
Mengawali segala aktivitas pada minggu ini, seperti biasa, seluruh aparatur Pengadilan Agama Sibuhuan mengadakan apel pagi, Senin (26/4/2021). Muhammad Iqbal Zulfikar, S.E., M.M., Sekretaris, maju sebagai pembina. Sedangkan Anwar Sadat Harahap berdiri sebagai komandan apel.
Sekretaris, dalam pembinaannya kembali memompa semangat seluruh aparatur untuk tetap memberikan yang terbaik. Semangat Ramadhan harus senantiasa mengitari kerja dan kinerja yang dilakukan. Karena, hal tersebut sesungguhnya merupakan manifestasi dari tertanamnya hikmah Ramadhan dalam diri.

Setelah sekitar 7 (tujuh) menit menyampaikan pembinaan, apel kemudian selesai dan diakhiri. Senyum dan canda serta cerita singkat selama libur akhir pecah mengiringi aparatur masuk kantor memngawali aktivitas.

Ketua Pengadilan Agama Sibuhuan, Dadi Aryandi, S.Ag, menyahuti undangan Kepala Kepolisian Resor Padang Lawas dalam rangka rapat koordinasi Criminal Justice System (CJS) di Wilayah Hukum Polres Padang Lawas, Kamis (22/4/2021). Rapat koordinasi ini dilaksanakan di aula Polres Padang Lawas.
Rapat ini juga dihadiri oleh Ketua Pengadilan Negeri Padang Lawas, Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Padang Lawas, dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Padang Lawas.
Acara yang dimulai pada pukul 15.00 WIB ini diakhiri dengan pembagian santunan kepada anak-anak yatim.

Seperti biasa pada hari Kamis selama bulan suci Ramadhan, setelah shalat zhuhur berjamaah, seluruh aparatur Pengadilan Agama Sibuhuan akan memperoleh siraman rohani Ramadhan. Pada kesempatan kali ini, Kamis (22/4/2021), Akhmad Junaedi, S.Sy, didapuk menjadi penceramah.
Mengawali ceramahnya, ia menuturkan begitu banyak hikmah yang dapat diambil dari bulan suci Ramadhan. Di antara hikmah-hikmah tersebut adalah kebahagiaan bagi yang berpuasa.

“dalam salah satu hadits, Rasul menyampaikan bahwa ada 2 (dua) kebahagiaan, yaitu ketika hendak berbuka puasa dan di saat bersua dengan Allah SWT. Di akhirat nanti.”, jelasnya.
“coba kita rasakan, begitu bahagianya di detik-detik terakhir akan berbuka dan semakin bertambah ketika waktu berbuka itu tiba. Kebahagiaannya sungguh tak tergambarkan. Apalagi, di saat kelak nanti kita berjumpa dengan Sang Pencipta langsung”, pungkasnya.

Di akhir ceramahnya, ia mengajak seluruh aparatur untuk berbahagia dengan selalu berpuasa. Semoga keberkahan selalu Allah curahkan kepada seluruh keluarga besar aparatur Pengadilan Agama Sibuhuan.
Seluruh aparatur Pengadilan Agama Sibuhuan melangsungkan apel pagi, Senin (19/4/2021). Bertempat di halaman utama, Tayep Suparli, S.Sy, Hakim, maju sebagai pembina, sedangkan Toga Muda Nasution, S.H.I., bertindak sebagai komandan.
Pembina mengingatkan kepada seluruh aparatur pengadilan untuk menjaga serta meningkatkan integritas diri dalam setiap menjalankan tugas. Karena, integritas merupakan cerminan diri kita.

“dalam melaksanakan tugas, banyak yang mengawasi kita, baik internal seperti Badan Pengawas, maupun eksternal, yang di antarannya oleh Ombudsman dan Komisi Yudisial”, ujar beliau.
“bahkan, yang lebih penting dan harus disadari, sesungguhnya setiap aktivitas kita dipantau dan dinilai langsung oleh Allah SWT. Tanpa ada yang terlewat sedikitpun”, lanjutnya.

Apel pagi yang berlangsung sekitar 10 (sepuluh) menit ini kemudian diakhiri pada pukul 08.10 WIB. Seluruh aparatur selanjutnya melaksanakan tugas sesuai dengan uraian tugasnya masing-masing.
Ramadhan bulan penuh berkah, benar-benar dirasakan oleh pasangan yang tengah bersengketa di Pengadilan Agama Sibuhuan. Bagaimana tidak, Lewat peran mediator pasangan muda yang semula duduk berhadap-hadapan sebagai Pemohon dan Termohon akhirnya bersatu kembali memadu kasih.
Terdaftar dalam perkara cerai talak dengan register perkara 106/Pdt/G/2021/PA.Sbh, Majelis memerintahkan kepada keduanya untuk menempuh mediasi terlebih dahulu. Dalam agenda inilah, Ketua Pengadilan Agama Sibuhuan, Dadi Aryandi, S.Ag., yang juga bertindak sebagai mediator, mengajak keduanya kembali membumi, memahami makna penting ikatan suci perkawinan dan posisi masing-masing suami isteri.

Ego yang sempat menghinggapi pikiran keduanya akhirnya tersungkur. Emosi sesaat yang diturutkan tanpa berpikir panjang juga tersingkir. Kini, yang ada hanyalah jiwa besar saling memaafkan. Hati suci yang kembali saling menerima. Tentu saja dengan satu tujuan, merengkuh keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Keberhasilan mediasi pada bulan Ramadhan ini semoga membawa berkah kepada keduanya, serta dengan harapan akan semakin banyak perkara damai lewat agenda mediasi di Pengadilan Agama Sibuhuan.